Monday, 4 January 2016

Dari India Bersepeda Lintasi 8 Negara Demi Menemui Sang Pujaan Hati

Cinta sejati akan menemukan jalannya. Mungkin ini yang diterapkan oleh sepasang suami istri beda negara.
Dr. Pradumnya Kumar Mahanandia, pria asal India yang lahir dari keluarga miskin pada 1949. Meski punya bakat luar biasa di dunia seni, eksistensinya tidak pernah terdengar karena dia berasal dari kasta rendah. Hingga akhirnya dia masuk perguruan tinggi dan berhasil meraih kesuksesan setelah membuat lukisan.

foto dulu

Di belahan dunia lain, ada seorang wanita cantik dan kaya asal Swedia, Charlotte yang saat itu masih berusia 19 tahun. Dia sangat mengagumi sosok Pradumnya dan ingin dilukis olehnya. Dia pun terbang dari negaranya ke India hanya untuk bertemu idolanya. Ternyata, benih-benih cinta muncul di antara keduanya.
Pasangan sejoli ini akhirnya menikah. Charlotte mengganti namanya menjadi Charulata. Meski hidup bahagia, dia harus kembali ke Swedia bersama keluarganya. Dia meminta sang suami ikut, namun Pradumnya menolak karena ingin meneruskan kuliahnya. Dia berjanji menyusul istrinya ke Swedia.



rute perjalanan sepeda
Pradumnya pun memenuhi janjinya. Yang unik, dia tidak menggunakan pesawat melainkan sepeda!! Dia juga menolak menggunakan tiket pesawat yang diberikan Charlotte.


foto sekarang
Bayangkan, untuk bertemu istrinya, Pradumnya harus melewati delapan negara dan menghabiskan waktu berbulan-bulan di jalan. Saat ini mereka hidup bahagia di Swedia dan sudah dikaruniai anak.



sepeda yang dikendarai dari india ke swedia
Kisah yang romantiiss.. Tapi herannya ko naik sepeda ya, padahal udah dikasih tiket pesawat, ya namanya juga pengorbanan seorang lelaki, apapun dilakukan demi nyai. wkwkwk..

Sunday, 3 January 2016

Manfaat memakan buah berdasarkan warnanya



Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari mengonsumsi buah dan sayuran. Untuk itulah kenapa kita disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayuran setiap harinya. Bahkan menurut ahli nutrisi dr. Samuel Oetoro, jika kita ingin terhindar dari berbagai penyakit seperti jantung, hipertensi, kanker dan penuaan, kita disarankan untuk mengonsumsi 10 jenis buah dan sayur yang berbeda setiap harinya. Kenapa harus 10? Karena setiap buah dan sayur dengan warna berbeda memiliki manfaat yang berbeda pula. Dan berikut ini adalah manfaat buah dan sayur berdasarkan warnanya.
Manfaat Buat yang Berwarna Oranye atau Kuning 
Buah-buahan berwarna kuning banyak mengandung beta karoten. Berdasarkan penelitian kandungan beta karoten dalam sayur dan buah bisa meningkatkan sistem imun, penglihatan dan masalah lainnya yang umum dialami setelah usia bertambah. Contoh buah dan sayur berwarna oranye atau kuning misalnya labu, jeruk, mangga, wortel dan aprikot.
Manfaat Buat yang Berwarna Merah
Buah-buahan berwarna merag mengandung phytochemical (zat warna yang melekat di kulit buah) berupa likopen. Likopen tersebut selain memberikan warna merah pada buah juga efektif sebagai zat antioksidan. Dengan kandungan antioksidan tersebut bisa membuat tubuh mampu melawan penyakit jantung dan beberapa jenis kanker seperti prostat. Cotnoh buah yang berwarna merah adalah tomat, semangka, anggur dan pepaya.
Manfaat Buat yang Berwarna Hijau
Buah-buahan berwarna hijau mengandung phytochemical berupa lutein dan zeaxanthin. Kandungan lutein dan zeaxanthin tersebut selain memberikan warna hijau juga terbukti bisa menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, dapat menghambat dan menahan perkembangan sel kanker yang hidup, menghambat pertumbuhan sel kanker. Beberapa contoh buah dan sayur berwarna hijau di antaranya bayam, brokoli, sawi dan kale.
Manfaat Buat yang Berwarna Putih
Buah-buahan berwarna putih mengandung alicin. Alicin ini bisa membantu mengontrol kolesterol dan tekanan darah. Manfaat lainnya alicin juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Contoh dari buah dan sayur berwarna putih di antaranya bawang putih, bawang bombai, kembang kol dan pir.
Manfaat Buat yang Berwarna Biru atau Ungu
Buah-buahan berwarna biru mengandung pigmen antosianin dan flavonoin. Kedua pigmen itulah yang memberikan warna alami biru atau ungu pada buah dan sayuran. Kandungan pigmen itu juga mampu menjadikan antosianin dan flavonoin sebagai antioksidan. Sehingga buah berwarna biru bisa bermanfaat untuk mencegah penyakit akibat penyumbatan pembuluh darah, melindungi otak dari kerusakan, menghambat sel tumor dan meningkatkan kemampuan penglihatan. Contoh buah berwarna biru atau ungun adalah anggur, bit, terong dan blueberi.


MEA sudah dimulai, apa yang sudah kita persiapkan

Tepat pada tahun baru kali ini atau tanggal 1 Januari 2016, negara kita tercinta: Indonesia, memasuki periode Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
Dimana bidang perekonomian dan lapangan pekerjaan pada ruang lingkup regional Asia Tenggara sudah semakin bebas terjalin serta diikuti alur informasi yang semakin terbuka lebar. Masyarakat Indonesia tidak hanya akan bersaing dengan sesama orang Indonesia, namun juga bersaing ketat dengan puluhan juta tenaga kerja dari Singapura, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Filipina, Laos, hingga negara paling muda Timor Leste.
Orang-orang Singapura,sekaliber lulusan NUS atau NTU akan berkelana mencari nafkah diberbagai sektor di Indonesia dengan kemampuan manajerial dan decision making  tingkat internasional. Apalagi sejak Pemerintah Indonesia mencabut peraturan bahwa tenaga kerja asing harus memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik. Ini akan semakin membuat banyak tenaga kerja asing berseliweran di Indonesia.
Orang-orang Indonesia yang kebanyakan berijazah SMA akan mencari keuntungan dengan melamar kerja di Ibu Kota, terutama di Jakarta. Mereka bahkan belum cukup siap untuk bersaing secara terbuka dengan tenaga kerja asing yang rata-rata memiliki sertifikat course of skill standar internasional, semisal pekerja dari Singapura atau Thailand.
Tahun baru 2016 sudah didepan mata. Dan Indonesia masih dirasa kurang sekali memiliki persiapan untuk menghadapi tahun 2016 dengan sepaket tantangan yang sudah pasti akan diterima. Tapi tidak ada kata terlambat untuk mempersiapkannya, hanya saja kita akan menghadapi tekanan bahwa devisa negara akan berkurang.
Mungkin banyak faktor yang membuat Pemerintah dan masyarakat seakan lupa untuk mempersiapkan MEA 2015. Karena seperti kita ketahui, bahwa pada bulan Desember saja Indonesia sudah banyak dirundung masalah yang banyak disorot media dan perhatian publik. Seperti skandal “Papa Minta Saham” Setya Novanto; Pimpinan KPK hingga perpanjangan kontrak PT. Freeport.

Kini, kebijakan ada pada masyarakat itu sendiri. Persiapkan diri anda untuk menghadapinya, MEA 2016 sudah tidak bisa ditawar lagi. Kemalangan ataupun kesuksesan ada di tangan anda. Mari kita bersatu menyongsong masa depan indonesia yang lebih baik. Semangat !!

Friday, 1 January 2016

2016 MEA sudah dimulai

SDM berpengaruh penting dalam MEA
JAKARTA - Tahun baru sudah dimulai. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016 pun di depan mata. Namun, Indonesia belum sepenuhnya siap, misalnya dalam bidang teknik.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2015-2018 Hermanto Dardak secara terbuka mengakui bahwa Indonesia sampai sekarang kekurangan tenaga profesional insinyur untuk menghadapi MEA. "Kami akui, Indonesia masih kekurangan (insinyur), baik jumlah maupun 'skill' yang harus dimiliki untuk menghadapi MEA dan pasar global," kata Hermanto dalam Refleksi Akhir Tahun 2015 di Jakarta.
Sampai saat ini, Indonesia hanya memiliki 750 ribu insinyur, tetapi tidak semua bekerja di bidangnya atau yang bekerja menjadi insinyur hanya 40 persen. Padahal, katanya, permintaan insinyur mencapai sekira 120 ribu orang pada lima tahun ke depan (2015-2019). Keberadaan mereka diperlukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dalam periode yang sama senilai Rp5.500 triliun.
"Sehingga diperlukan tambahan insinyur baru 65 ribu orang per tahun namun baru terpenuhi sekira 35 ribu insinyur saja per tahun. Artinya, kita kekurangan sekira 30 ribu insinyur setiap tahun," imbuhnya.
Hermanto menyebut, saat ini Indonesia hanya memiliki 3.000 insinyur per satu juta penduduk. Sedangkan di negara lain, seperti di ASEAN, jumlahnya sudah di atas 4.000 orang per satu juta penduduk. Meski begitu, lanjut Hermanto, pihaknya yakin bahwa para insinyur Indonesia mampu bersaing dan berkompetisi secara global, asalkan diberi kepercayaan dan ruang tantangan yang sama.
"Dari 750 ribu insinyur itu, lebih dari 10 ribu sudah tersertifikasi dan yang memiliki sertifikat global sekira 1.900 insinyur. Ini harus ditingkatkan dari waktu ke waktu," tegasnya.
Tidak hanya itu, tambah Hermanto, bersama pemerintah harus didorong sosialisasi agar minat generasi muda untuk tertarik pada keinsinyuran dengan cara memilih pendidikan teknik dan setelah lulus berprofesi sebagai insinyur.
"Sampai sekarang mahasiswa teknik dan pertanian di Indonesia hanya 15 persen dari total mahasiswa. Malaysia 24 persen, Vietnam 25 persen, Korea 33 persen dan Tiongkok 38 persen," katanya.
Dewan Insinyur Anggota Dewan Pakar PII, Rully Chairul Azwar untuk melakukan percepatan, pemerintah harus secepatnya membentuk Dewan Insinyur Indonesia (DII) sebagai amanat UU No 11/2014 tentang Keinsinyuran.
"UU mengamanatkan, pada April 2016 harus sudah ada DII yang antara lain bertugas membuat regulasi sebagai bahan pijakan PII bekerja," kata Rully.
Menurut Rully ke depan adalah eranya insinyur dan trennya adalah para insinyur itu akan makin profesional karena setiap produksi/karya insinyur akan teregistrasi dengan baik.
"Semua insinyur akan memiliki semacam log book. Makin bagus dia, maka dia akan makin naik grade-nya dan makin dicari," kata Rully.

sumber: okezone.com